Amerika “Terancam” Timur Tengah
Amerika dianggap sebagai penggagas dan pejuang demokrasi dunia, tapi dia tidak pernah bisa menciptakan demokrasi ala Amerika. Nyatanya, demokrasi tumbuh dan berkembang dengan sendirinya bahkan seolah lepas dari induknya. Demokrasi-demokrasi di luar Amerika itulah yang kelak menjadi ancaman bagi dia. Alih-alih “membunuh” Timur Tengah dengan demokrasi, justeru Amerika sedang membuat senjata makan tuan. Amerika membantu dunia Islam dengan demokrasi, untuk bangkit, untuk menjadi mercusuar yang mengancam dunia. Jika dulu ancaman Islam berarti pedang, kelak akan berarti lain. Tak mesti perang, tak mesti pula invasi karena Islam tidak seperti yang mereka kira, hanya bisa main pedang dan menginvasi. Islam bisa dengan sangat lembut dan dingin melilit peradaban dunia, perlahan-lahan. Intinya, tesis Samuel P. Huntington, tak terbantahkan. Amerika salah besar jika berkesimpulan bahwa pemerintah otoriter itu menjadi sebab ancaman Timteng bagi dia, justru pemerintahan semacam itulah yang akan mengendapkan Timteng dan negara-negara Islam. Timteng dan negara-negara Islam akan menjadi ancaman bagi Amerika kalau mereka menjadi negara maju, dan anehnya Amerika dengan baik hati membantu mereka mati-matian untuk maju. Amerika tidak sedang meruntuhkan tesis Huntington, tapi dia sedang membuktikan kebenarannya.
